Mohon tunggu...
Hanif Sofyan
Hanif Sofyan Mohon Tunggu... Freelancer - pegiat literasi walkingbook.org

Penulis Buku Kolaborasi De Atjehers series 1-2: Dari Serambi Mekkah Ke Serambi Kopi; https://acehdigest.blogspot.com/, http://acehportrait.blogspot.com/

Selanjutnya

Tutup

Home Pilihan

Rumah "Krong Bade", Rumah Vernakular Anti Panas

26 Januari 2023   01:31 Diperbarui: 26 Januari 2023   10:11 109
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Rumah adat Aceh "Krong Bade", adalah salah satu bagian dari kekayaan arsitektur vernakular yang dimiliki Indonesia. Rumah adat Aceh tersebut didesain khas berbentuk persegi panjang, memanjang dari timur ke barat.

Vernakular, berasal dari bahasa Latin, yaitu vernacullus yang berarti lokal, domestik, asli, pribumi. Vernacular adalah bentuk arsitektural yang menerapkan ciri -- ciri budaya sekitar termasuk dengan material, iklim, dan makna dalam bentuk arsitektural seperti tata letak denah, struktur,material dan detail detail seperti ornamen.

Arsitektur vernakular terbentuk dari proses yang berangsur lama dan berulang-ulang sesuai dengan perilaku, kebiasaan, dan kebudayaan di tempat asalnya.

Rumah Ramah Iklim dan Budaya

sumber foto-indonesia kaya
sumber foto-indonesia kaya

Mengikut iklim tropis di garis katulistiwa dengan curah hujan yang cukup, namun juga panas yang panjang, rumah adat didesain agar dapat menjadi tempat nyaman bagi penghuninya. Keunikan bangunan ini adalah dibangun tanpa menggunakan paku, namun menggunakan material dari alam, berupa pasak dan tali temali.

Setiap bahan material bangunan rumah Krong Bade disatukan dengan menggunakan material tali pengikat yang disebut taloe meu-ikat. Terbuat dari rotan, ijuk, dan kulit pohon waru.

Pada intinya bangunan vernacular memang telah menyesuaikan dengan kondisi iklim selama waktu yang panjang untuk kebutuhan penghuninya akan kenyamanan.

Maka dalam strukturnya, selain menggunakan tingkatan, kolom, tingkap atau jendela yang disesuaikan dengan kebutuhan angin yang dapat masuk keseluruh bagian ruangan di dalam rumah tinggal. Maka komposisi rumah Krong Bade juga terdiri dari beberapa ruang, sesuai dengan fungsinya, namun juga mengutamakan kenyamanan.

Tentu saja masalah sirkulasi udara, dan kebutuhan masuknya cahaya yang dibutuhkan untuk sebuah rumah tinggal menjadi pertimbangan yang penting. Salah satunya dari posisi dudukan bangunan. Rumah Krong Bade idealnya menurut aturan adatnya dibangun dari arah Timur ke Barat.

Umumnya tangga berada di sisi Timur menghadap langsung ke matahari, sedangkan sisi Barat biasanya bagian yang tertutup, namun dilengkapi jendela untuk mengalirkan angin.

sumber foto-notepam
sumber foto-notepam
Komposisi lain berupa ornamen, selain menjadi pendukung estetis juga menggambarkan status sosial penghuninya. Karena motif ukiran dan banyaknya ukiran menentukan kemampuan ekonomi dari penghuni rumah adat tersebut.

Hal unik yang menarik dari rumah Krong Bade adalah, ukuran pintu rumah yang lebih kecil daripada tinggi manusia, yaitu hanya sekitar 120--150 cm. Hal ini bertujuan agar setiap tamu harus memberi saleum horeumat pada ahli bait, memberi salam kepada pemilik rumah dengan membungkuk sebelum memasuki rumah tanpa mengenal kasta dan kelas ekonomi dari tamu tersebut.

Namun tidak meninggalkan aturan secara arsitektural, karena komposisi pintu yang berada di bagian timur juga menjadi bukaan yang mengalirkan angin menuju ruang bagian depan yang dijadikan ruang tamu atau ruang duduk keluarga.

Bagian ini juga didesain agak rendah, dengan di alas papan yang sedikit berongga agar dapat mengalirkan udara dari bawah rumah.

Dan sebagaimana umumnya rumah vernacular, sudah dirancang sedemikian rupa agar tahan dari getaran. Struktur rumah adat Aceh Krong Bade juga dikenal sebagai rumah anti gempa. Penggunaan pasak dan tali telah diperhitungkan dengan sangat cermat agar fleksibel saat terjadi goncangan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Home Selengkapnya
Lihat Home Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Daftar Partner Kami
Antara News
Viva
Liputan 6
Kompasiana
OkeZone