Mohon tunggu...
Yan veraosmana
Yan veraosmana Mohon Tunggu... Wiraswasta - Glang-Glong Swasta

Praktisi Ngerokok lan Ngopi

Selanjutnya

Tutup

Diary

Teladan dan Kedisiplinan

23 Januari 2023   11:15 Diperbarui: 23 Januari 2023   11:38 41
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Diary. Sumber ilustrasi: PEXELS/Markus Winkler

Teladan Dan Kedisiplinan

Mendidik anak-anak kita memang sangat sulit. Jika targetnya disesuaikan dengan harapan kita, atas pengalaman diri kita sendiri. Karena eranya jelaslah berbeda. 

Tidak bisa dipaksa untuk sama dengan apa yang dialami oleh kita dahulu kala. Maka dari itu, kita sebagai orang tua ternyata juga perlu belajar. Atas apa kehedan serta keinginan dari anak-anak kita sendiri.

Dan kita juga tak perlu marah dikala ada perumpamaan kebo nusu gudel alias tua ikut yang muda. Tingga kita membimbing mereka sesuai anjuran agama. Supaya tak tersesat ditengah kerasnya kehidupan dunia. Pusing memang hidup di jaman ini.

Kadang kita secara tidak langsung selalu otoriter dan diktaktor. Tetapi terkadang juga kita melemah karena kasih sayang kita terhadap anak-anak.

Akibatnya kita menerapkan keteledanan diri kita. Supaya diterima dan dilakukan oleh anak-anak. Sambil mendisiplinkan dalam kesehariannya.

Karena kalau pun kita menghancurkan apa pun mainan anak-anak kita. Mulai dari Handphone atau lainya. Terkadang malah membuat mereka tertekan serta merasa ketakutan. Begitu pula di kala kita menerapkan kedisiplinan yang begitu tinggi. Hasilnya juga tidak membuat anak-anak kita senang.

Kalaupun dilakukan dalam kesehariannya dengan keterpaksaan. Hingga membuat kita selalu bingung dalam menerapkan apa yang semestinya. Agar membuat anak anak kita suka dan senang serta bahagia.

Memang disiplin itu bukan satu satunya metode mendidik anak-anak. Karena ada banyak metode dan pendekatan yang bisa dilakukan oleh kita selaku orang tua, untuk mendisiplinkan mereka.

Kalau pun menggunakan metode disiplin tinggi. Tidak harus dengan cara-cara kolot selayaknya penjajah. Sebab, kita pun harus bisa mengikuti perubahan jaman. 

Memang kesanya kita malah yang belajar memahami anak-anak kita. Karena kita sendiri terkadang juga masih primitif cara berfikir kita dan sudut pandang kita. Dari dasar pengalaman kita maupun keinginan kita. Hal itu dikarenakan kita terlalu malas mengupgrade diri. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Daftar Partner Kami
Antara News
Viva
Liputan 6
Kompasiana
OkeZone