Mohon tunggu...
Yansean Sianturi
Yansean Sianturi Mohon Tunggu... Relawan - belajar menulis

may grace be with all

Selanjutnya

Tutup

Sosok

Puan - Dudung For 2024

20 Maret 2022   23:43 Diperbarui: 23 Maret 2022   05:38 455
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
sumber gambar : oposisicerdas.com

Pilpres yang akan diselenggarakan pada tahun 2024, terasa semakin dekat. Suhu politik juga mulai meningkat, ditambah wacana amandemen UUD 45 untuk menunda pemilu. Isu adanya tawaran barter terkait pasal Garis Besar Haluan Negara dengan pasal Penundaan Pemilu untuk memuluskan amandemen konstitusi, sepertinya tidak akan terwujud. PDIP sebagai partai pemenang pemilu terlihat kurang mendukung wacana penundaan pemilu tersebut.

Wajar saja, melihat berbagai hasil survey menempatkan PDIP sebagai partai dengan elektabilitas perolehan suara tertinggi. PDIP, tentunya tidak memiliki keuntungan, jika pemilu mau ditunda atau dimajukan. Tepat sekali, jika PDIP lebih memilih untuk fokus mendukung pemerintahan ini, menjalankan roda pemerintahan hingga masa bakti berakhir tahun 2024. PDIP terlihat menginginkan proses pergantian pemerintahan berjalan sesuai konstitusi dan taat pada aturan yang ada.

Langkah ini dibuktikan dengan semakin maraknya baliho Puan Maharani di berbagai pelosok tanah air. PDIP terlihat lebih memilih untuk berkonsentrasi meningkatkan elektabilitas kandidatnya. Masyarakat mulai mengenal dan semakin mengetahui bahwa posisi Ibu Puan saat ini adalah sebagai Ketua DPR. Kerja-kerja juga sudah dilakukan, beberapa Undang-Undang yang dianggap pentingpun telah dihasilkan pada masa kepemimpinannya. Sebut saja, UU Ciptaker dan UU Ibu Kota Negara serta undang - undang lain yang sedang digodok di DPR. Kiprah dan debutnya di dunia internasional mulai dikembangkan. Hal ini terlihat saat berpidato pada pembukaan Sidang ke-144 International Inter-Parliamentary Union (IPU) di Nusa Dua, Provinsi Bali, Minggu (20/3/2022).

Walaupun hasil survey yang telah dirilis oleh beberapa Lembaga terlihat belum menggembirakan. Namun, Puan Maharani masih memiliki waktu untuk meningkatkan elektabilitasnya. Apalagi jika mesin partai berhasil digerakkan, tentunya dapat mendongkrak tingkat elektabilitasnya.

Selain Puan Maharani, ada figur yang menjadi sorotan di masyarakat saat ini yaitu Jendral Dudung Abdurachman. Nama Dudung Abdurachman moncer dan melesat setelah menjabat Pangdam Jaya. Menariknya lagi, sosok Dudung Abdurachman berdasarkan survey yang dirilis oleh Dinamika Survei Indonesia (DSI) telah berhasil mengalahkan elektabilitas Anies Baswedan. Walaupun menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Pernyataan “ Tuhan bukan orang Arab” dan aksi mencopot baliho Habib Rizieq Shihab,  merupakan momentum baginya hingga dikenal seluruh rakyat Indonesia.

Dudung adalah alumni santri dari Pondok Pesantren Buntet, Cirebon dan telah ditunjuk menjadi Ketua Dewan Pembina Badan Koordinasi Mubaligh Se-Indonesia (Bakomubin) per bulan Maret tahun 2022. Bahkan Ali Mochtar Ngabalin, mengatakan Sang Jendral sering mengisi ceramah dan rajin melakukan kegiatan itu saat bertugas sebagai Dandim di Sumatera Selatan. Melihat pengalaman apalagi latar belakangnya, sudah layak dan pantas jika KSAD menjabat posisi Ketua Dewan Pembina tersebut. Mertua Jendral Dudung, yaitu Mayjen Purn. Cholid Ghazali pernah aktif di Partai Bintang Reformasi sebagai Ketua DPP. Latar belakang keluarga yang aktif ini merupakan salah satu pertimbangan, bagi Bakomubin dalam memilihnya.

Puan Maharani yang berlatar belakang Nasionalis, cocok jika berpasangan dengan Dudung Abdurachman dengan latar belakang Militer – Religius (Agamis). Historis dari beberapa kali pemilu yang dilaksanakan, ceruk pemilih di Provinsi Jawa Barat dan Banten sering menjadi kendala bagi PDIP. Jendral Dudung yang memiliki darah Serang, Banten dari Neneknya dan Ayahnya berasal dari Cirebon, Jawa Barat menjadi daya tarik tersendiri. Sosok Dudung Abdurachman sebagai putra daerah yang berasal dari sana diharapkan mampu meningkatkan suara PDIP di kedua provinsi tersebut. 

Kedekatan Dudung Abdurachman dengan PDIP telah dibina sejak lama. Mertua Jenderal Dudung Abdurachman, yaitu Cholid Ghazali juga pernah menjadi ketua Dewan Pembina Baitul Muslimin PDIP, sehingga dekat dengan Megawati serta mendiang Taufik Kiemas.

Peran Puan Maharani yang telah berpengalaman memimpin negara, tidak perlu diragukan lagi. Selain di legislatif sebagai Ketua DPR, Ibu Puan juga pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia antara 2014 hingga 2019. Keraguan masyarakat, jika pengganti Presiden tidak melanjutkan program - program yang baik semasa Jokowi memimpin dapat ditepis. Puan dan Dudung sebagai representatif dari partai pendukung presiden tentu akan melanjutkannya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosok Selengkapnya
Lihat Sosok Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Daftar Partner Kami
Antara News
Viva
Liputan 6
Kompasiana
OkeZone