Mohon tunggu...
suryo hadi kusumo
suryo hadi kusumo Mohon Tunggu... Musisi - seorang salik yang mengabdikan dirinya kepada estetika seni dan musik

saya hanyalah seorang pencinta seni dan pengkahayal, yang memiliki pikiran abstrak. serta hidup untuk mengabdikan diri kepada seni kehidupan untuk menuju hidup yang lebih berseni.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Sebuah Catatan Seorang Musisi Blues

26 Januari 2023   11:10 Diperbarui: 28 Januari 2023   09:02 76
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Puluhan budak lesu bekerja siang dan malam demi semangkok sup

Ludah, pukulan serta bentakan menjadi makanan sehari-harinya

Tatapan wajah mereka tak lagi mengeluarkan aura kemanusian

Segala aura kemanusian lenyap oleh kediktatoran anak manusia

Baca juga: Hassan I Sabbah

Tangisan para perempuan selalu mengisi waktu-waktu luang di malam hari

Para lelaki terpaksa hanya terdiam membisu menatap mata-mata lugu tanpa dosa menangis

Tenaga dan kekuatan luluh lantak di hadapan elit bersenjatakan shotgun

Hanya sebuah gitar dan kisah-kisah kuno yang menghibur jiwa-jiwa lelah mereka

Terkadang tangisan itu seakan-akan bercerita tentang seluruh penderitaan mereka

Menarik mereka ke dalam sebuah keputusasaan yang dalam

Jiwa-jiwa inilah yang kelak menginspirasi ribuan bahkan jutaan manusia untuk berjuang

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Daftar Partner Kami
Antara News
Viva
Liputan 6
Kompasiana
OkeZone