Mohon tunggu...
yuni listyadewi
yuni listyadewi Mohon Tunggu... Sekretaris - Sekretaris Rumah Sakit

Tertarik dengan Novel

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan

Insentif Tenaga Kesehatan yang Menangani Covid-19

26 Januari 2023   10:16 Diperbarui: 26 Januari 2023   10:30 32
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Birokrasi. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG

Pemerintah memberikan insentif dan santunan kematian bagi tenaga kesehatan yang menangani Covid-19 di Indonesia. Pemberian insentif dan santunan kematian tersebut telah ditetapkan Menkes melakui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/278/2020. Sasaran pemberian insentif dan santunan kematian adalah tenaga kesehatan baik Aparatur Sipil Negara (ASN), non ASN, maupun relawan yang menangani Covid-19 dan ditetapkan oleh pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan atau pimpinan institusi kesehatan.

Sumber pendanaan insentif dan santunan kematian bagi tenaga kesehatan yang menangani Covid-19 dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Insentif mulai diberikan pada bulan Juni 2020, untuk periode pelayanan dari bulan Maret sampai dengan Mei 2020 (3 bulan). Seperti yang tersebut dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor Hk.01.07/Menkes/278/2020, tujuan dari pemberian insentif ini adalah untuk memberikan apresiasi dan penghargaan bagi tenaga kesehatan yang menangani Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Indonesia.

Dasar pemberian insentif tertuang dalam Surat Menteri Keuangan Nomor S-239/MK.02/2020, tanggal 24 Maret 2020 hal Insentif Bulanan dan Santunan Kematian bagi Tenaga Kesehatan yang Menangani Covid-19. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia NOMOR HK.01.07/MMENKES/278/2020 tanggal 27 April 2020 Tentang Pemberian Insentif Dan Santunan Kematian Bagi Tenaga Kesehatan Yang Menangani Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Regulasi Tentang Pemberian Insentif Dan Santunan Kematian Bagi Tenaga Kesehatan Yang Menangani Corona Virus Disease 2019 dari Kementerian Kesehatan mengalami beberapa kali perubahan, yaitu NOMOR HK.01.07/MENKES/392/2020 tanggal 30 Juni 2020, NOMOR HK.01.07/MENKES/447/2020 tanggal 23 Juli 2020, NOMOR HK.01.07/MENKES/2539/2020 tanggal 07 Oktober 2020, dan perubahan yang terakhir yaitu NOMOR HK.01.07/MENKES/4239/2021 tanggal 26 Maret 2021.

  • Walaupun mengalami beberapa kali perubahan dalam hal teknis pengusulan, namun demikian tidak ada perubahan dalam besaran insentif yang diberikan yaitu :
  • Insentif tenaga kesehatan tahun 2020 terdiri dari dokter spesialis sebesar RP15.000.000,00/OB
  • Dokter umum/ dokter gigi RP 10.000.000,00/OB
  • Perawat dan bidan RP  7.500.000,00/OB
  • Tenaga lainnya RP  5.000.000,00/OB.
  • Dokter yang mengikuti penugasan  khusus residen dan dokter yang mengikuti Program Internsip Dokter Indonesia di rumah sakit yang terlibat dalam penanganan COVID-19 paling tinggi sebesar Rp 10.000.000 (sepuluh juta rupiah)
  • Dokter yang mengikuti Program Internsip Dokter Indonesia di Puskesmas yang terlibat dalam penanganan COVID-19 paling tinggi sebesar Rp 5.000.000 (lima juta rupiah).
  • Besaran insentif yang diberikan kepada dokter yang mengikuti Pendayagunaan Dokter Spesialis yang terlibat dalam penanganan COVID-19 paling tinggi sebesar Rp 15.000.000 (lima belas juta rupiah)

Pemberian insentif sesuai dengan beban kerja dan tanggung jawab dalam penangganan pasien covid-19 telah tercantum dalam peraturan BPSDM yang sesuai Sistem Insentif Covid-19 guna pengajuan pencairan insentif tenaga kesehatan tersebut yang dapat terintegrasi dengan Sistem Sumber Daya Manusia Kesehatan (SISDMK) yang memudahkan dalam penginputan. Hal ini menhindari tidak ada kesalahan dalam pemberian insentif yang berdampak akurat sehingga memunculkan rasa ketertarikan dan kenyamanan akan kepastian pemberian insentif yang mana memunculkan rasa percaya dan pengharapan pada perawat. Sehingga berdampak pula pada kinerja karyawan, dan bekerja dengan optimal serta berdampak pada persepsi positif dari perawat.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Daftar Partner Kami
Antara News
Viva
Liputan 6
Kompasiana
OkeZone